Berita Tentang Jin Dalam Hadis Nabi SAW

49
  • Dari Aisyah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyalaan api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah disebutkan sifatnya untuk kamu.” (HR. Muslim)

  • Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda kepadaku:

“Sesungguhnya aku melihatmy menyukai kambing dan padang gembalaan. Apabila kamu sedang berada bersama kambing-kambingku di padang gembalaanmu, lalu kamu hendak mengumandangkan azan untuk solat, maka kuatkanlah seruanmu itu, kerana tidaklah jin, manusia atau makhluk lainnya yang mendengar suara azan itu kecuali akan bersaksi untuk dia (yang meneriakkan azan) pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Bukhari, An-Nasa’i dan selain kedua-duannya)

  • Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata: “Nabi Muhammad SAW berangkat bersama serombongan sahabat baginda menuju ke pasar Ukazh, sedang syaitan-syaitan telah terhalang dari berita langit dan telah dihantarkan terhadap mereka panah-panah api, kemudian syaitan-syaitan itu kembali kepada kaumnya, lalu kaumnya berkara, ‘Ada opa dengan kamu?'”

Mereka berkata: “Telah dihalang antara kami dengan berita langit dan dihantarkan kepada kami panah-panah api.”

Kaumnya berkata: “Tidak yang menghalang di antara kamu dengan berita langit kecuali sesuatu peristiwa yang baru sahaja terjadi. Pergilah kamu ke penjuru timur bumi dan belahan barat dan lihatlah apa yang menyebabkan kamu terhalang dari berita langit.”

Sekumpulan jin-jin itu kemudian pergi menuju ke arah Tihamah, tempat Nabi Muhammad SAW yang ketika itu baginda sedang berada di dekat pokok kurma bersama para sahabat yang akan menuju ke pasar Ukazh. Baginda SAW sedang mengimamkan para sahabat solat Subuh.

Tatkala jin-jin itu mendengar bacaan Al-Quran, mereka berusaha mendengarnya secara saksama, kemudian mereka berkata: “Inilah, demi Allah, sesuatu yang menghalang kamu dari berita langit.”

Pada saat itulah jin-jin kembali kepada kaumnya dan berkata: “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami mendengar bacaan yang menakjubkan, menunjukkan kepada kebenaran lalu kami beriman kepadanya dan kami tidak akan menyekutukan Rabb kami dengan seorang pun.”

Maka Allah SWT pun menurunkan kepada Nabi-Nya ayat:

“Katakanlah, “Telah diwahyukan kepadaku bahawasanya serombongan jin telah mendengar.'” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Rasulullah SAW bersabda:

“Delegasi jin dari Nashibin datang kepadaku dan mereka adalah sebaik-baik jin. Kemudian mereka meminta bekal kepadaku, lalu aku berdoa kepada Allah agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran kecuali mereka mendapati padanya sebagai makanan.” (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Ifrit dari kalangan jin telah melompatiku malam tadi, atau ucapan baginda yang semisalnya untuk memutuskan solatku, lalu Allah memberiku kemampuan untuk mengalahkannya. Aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid agar ketika kamu memasuki masjid di waktu pagi kamu semua melihatnya. Tetapi aku ingat ucapan saudaraku, Sulaiman, ‘Wahai Pemeliharaku, kurniakanlah kepadaku kerajaan yang tidak layak bagi seorang pun sesudahku.'” (HR. Al-Bukhari)

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tiada seorang pun dari kamu kecuali didampingi oleh temannya dari kalangan jin. Para sahabat bertanya, ‘Kamu juga begitu, wahai Rasulullah?’ Baginda menjawab, ‘Aku juga begitu, akan tetapi Allah membantuku untuk mengalahkannya, kemudian dia menyerah (memeluk Islam), sehingga dia tidak menyuruhku kecuali kebaikan.” (HR. Muslim)

  • Dari Ibnu Mas’ud RA, dia berkata: “Pada suatu malam, kami bersama Rasulullah SAW kemudian kami kehilangan baginda. Kami pun mencari baginda di sejumlah lembah dan lereng gunung.”

Kami berkata: “Nabi diculik oleh jin atau dibunuh secara sembunyi-sembunyi.”

Kami menjalani malam itu seakan-akan malam terburuk yang dijalani oleh suatu kaum. Ketika kami memasuki waktu pagi, tiba-tiba baginda datang dari arah Hira’.

Kami berkata: “Wahai Rasulullah, kami kehilangan dirimu lalu kami mencarimu, tetapi kami tidak menemuimu. Kami menjalani malam terburuk yang pernah dijalani oleh suatu kaum.”

Baginda SAW bersabda: “Seorang pengundang dari kalangan jin datang kepadaku, lalu aki pergi bersama dia, kemudian aku bacakan Al-Quran kepada mereka.”

Kemudian Nabi Muhammad SAW berganjak bersama kami, lalu baginda menunjukkan kepada kami bekas-bekas mereka (para jin) dan bekas api mereka.

Jin-jin itu meminta bekalan kepada baginda, Rasulullah SAW menjawab: “Untuk kamu semua, tulang yang disebut Nama Allah ke atasnya yang jatuh pada tangan kamu itu lebih sempurna menjadi daging, semua kotoran haiwan adalah makanan bagi tunggangan kamu.”

Rasulullah SAW bersabda (kepada para sahabat):

“Maka janganlah kamu melakukan istinja’ dengan kedua-duanya (tulang dan kotoran binatang) kerana kedua-duanya adalah makanan saudara kamu.” (HR. Muslim)

Masih banyak lagi hadis yang menyatakan adanya jin. Saya akan menyebutkannya pada perbahasan yang berkatan dengan temanya masing-masing, dengan izin Allah SWT.

Petikan daripada buku “Ensiklopedia Rawatan Islam”
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Prof. Sya’ban Ahmad Solih

Get real time updates directly on you device, subscribe now.