Penyebab Gangguan Syaitan Di Rumah (Bahagian 11)

132

KUFUR TERHADAP ALLAH SWT

Yang dimaksudkan dengan kufur terhadap Allah SWT adalah mengingkari kewujudan Allah SWT serta tidak percaya terhadap apa yang dibawa oleh para Rasul, baik secara keseluruhan mahupun sebahagiaan sahaja. Sedang pelakunya, disebut dengan orang kafir. Perihal keadaan orang kafir, banyak diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadis. Mereka akan mendapatkan akibat yang buruk di akhirat, bahkan di dunia pun mereka akan mendapat kehinaan.

Ancaman yang disediakan buat orang-orang kafir, dalam Al-Quran Allah SWT telah menegaskan:

“Adapun orang-orang kafir, maka akan Aku seksa mereka dengan seksa yang sangat keras di bumi dan di akhirat, dan mereka tidak memperolehi penolong.” (li Imran: 56)

Dalam ayat lain Allah SWT juga telah menegaskan:

“Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka). Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Mereka tidak memperolehi seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong.” (Al-Ahzab: 64-65)

Perihal pengertian kufur, dalam Al-Quran banyak sekali ragamnya. Di antaranya: pertama, kufur akidah. Yakni mengingkari adalah Allah SWR dab syariat agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW, sehingga mereka menjadi golongan kafir zindiq dan golongan mulhid. Mereka memuja berhala, api dan menganut ajaran yang menganggap Tuhan lebih dari satu.

Dalam Al-Quran Allah SWT telah menegaskan:

“Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungan dia berada di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak beruntung.” (Al-Mukminun: 117)

Dalam ayat lain Allah SWT juga telah menegaskan:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan bermaksud membezakan antara Allah dan rasul-rasul-Nya dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dari rasul-rasul itu, dan kami kafir terhadap sebahagian yang lain,” serta dengan perkataan itu bermaksud mengambil jalan lain di antara yang iman atau kafir. Merekalah orang-orang kafir yang sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir seksaan yang menghinakan.” (An-Nisa’: 151)

Kedua kufur terhadap Al-Quran yang datangnya dari Allah SWT, yang kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Kini ramai para penganut agama yang mengingkari kenabian Muhammad SAW sebagai pemungkas para nabi dan keumuman risalah yang dibawanya.

Dalam perkara ini Allah SWT telah menegaskan:

“Katakanlah, ‘Bagaimana pendapatmu jika Al-Quran datang dari sisi Allah kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh.'” (Fusilat: 52)

Dalam ayat lain Allah SWT juga telah menengaskan:

“Dan barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah: 44)

Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan:

“Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon kedatangan nabi untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka, apa yang mereka telah ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allahlah atas orang-orang kafir.” (Al-Baqarah: 89)

Ketiga, kufur terhadap pertemuan dengan Allah SWT pada hari kiamat, dan kufur terhadap adanya kehidupan adanya kehidupan akhirat, baik terhadap pahala mahupun seksa yang diberikan kepada masing-masing manusia sesuai dengan amal perbuatan sesama hidupnya di dunia. Jika banyak melakukan amal kebajikan, akan mendapat pahala. Dan jika banyak melakukan perbuatan maksiat, maka akan mendapat seksa.

Dalam Al-Quran Allah SWT telah menegaskan:

“Orang-orang kafir mengatakan, bahawa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan dari kubur. Katakanlah: “Memang demi Tuhanku benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (At-Taghabun: 7)

Dalam ayat lain Allah SWT telah menegaskan:

“Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.” (Ar-Rum: 8)

Keempat, kufur terhadap nikmat Allah SWT. Yakni mengingkari kenikmatan dan anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Dia menganggap anugerah itu sebagai hasil dari kecerdasan dan kelincahan usahanya, atau lantaran keturunannya.

Pendek kata, mereka tidak mahu mengakui bahawa keberhasilan dalam mendapatkan kenikmatan, semata-mata atas pertolongan dan bimbingan Allah SWT, hingga pada akhirnya kenikmatan dan anugerah itu digunakan untuk mengingkari dan menderhakai Allah SWT. Kehidupan orang seperti itu, sepatutnya dikategorikan sebagai kehidupan binatang.

Dalam Al-Quran Allah SWT telah menegaskan:

“Dan orang-orang kafir bersenang-senang di dunia, dan mereka akan makan seperti makannya binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (Muhammad: 12)

Orang yang kufur nikmat, akan mendapatkan seksaan yang pedih lagi berat. Dalam perkara ini Allah SWT telah menegaskan:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7)

Keterangan di atas telah memberikan pengertian, bahawa tidak ada satu pun perbuatan kufur yang boleh terlepas dari ancaman Allah SWT. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka, sebagai balasan dari perbuatan kufurnya. Dan perbuatan kufur inilah yang dijadikan ranjau oleh syaitan dalam menyesatkan manusia.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.