Anjuran Nabi Muhammad SAW untuk Membaca Al-Quran

23

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Umar bin Khattab RA, dia berkata: “Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surah Al-Furqan dengan bacaan yang tidak sama dengan bacaanku sebagaimana Rasulullah SAW membacakannya kepadaku dan aku hampir sahaja bertindak kasar terhadap dia. Tetapi aku berjaya menahan diri sampai dia selesai membaca. Kemudian aku menariknya dengan selendangku dan ku ajak dia bertemu dengan Rasulullah SAW.”

Aku berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendengar orang ini membaca surah Al-Furqan dengan bacaan yang tidak sama dengan bacaan yang engkau ajarkan kepadaku.”

Rasulullah SAW bersabda: “Lepaskan dia. Bacalah.”

Maka Hisyam membaca surah Al-Furqan dengan bacaan yang sama dengan apa yang aku dengar tadi. Rasulullah SAW bersabda: “Begitulah surah Al-Furqan diturunkan.”

Selanjutnya Rasulullah SAW memerintahkanku: “Bacalah!” Aku pun membaca surah tadi.

Baginda SAW bersabda: “Begitulah surah itu diturunkan. Sesungguhnya Al-Quran ini diturunkan atas tujuh bacaan, maka bacalah dengan cara membaca yang mudah bagimu.”

Maksudnya, bacalah dengan menurut jenis-jenis qiraah yang mutawatir.

Muslim meriwayatkan dari Abu Umamah RA, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, maksudnya: “Bacalah Al-Quran, kerana sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat kepada orang-orang yang membacanya.”

Ibnu Majar meriwayatkan, dari Hudzaifah Ibnul Yaman RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Islam akan terhapus sebagaimana terhapusnya warna bagi, sampai tidak diketahui lagi apa itu puasa, apa itu solat, apa itu ibadah dan apa itu sedekah. Kitab Allah SWT akan ditinggalkan pada suatu malam hingga tidak tertinggal di bumi ini satu ayat pun darinya. Yang tertinggal dari manusia adalah kaum lelaki yang tua dan wanita yang tua juga. Mereka berkata, ‘Kami menemui bapa moyang kami berpegang teguh atas kalimah ini: ‘la ilaha illallah (tiada sembahan kecuali Allah) kemudian kami mengucapkannya.'”

Shila berkata kepada Hudzaifah Ibnul Yaman RA: “Tidak cukup untuk mereka, ‘la Llaha illallah’, kerana mereka tidak tahu apa itu solat, puasa, ibadah dan sedekah.”

Lantas Hudzaifah Ibnul Yaman RA berpaling darinya. Kemudian Shilah menjawab seperti itu lagi hingga sebanyak tiga kali. Terhadap semua jawapan Hudzaifah Ibnul Yaman RA berpaling, kemudian dia menghadap untuk kali ketiganya: “Wahai Shilah, kalimah tadilah yang telah menyelamatkan mereka dari neraka,” sebanyak tiga kali.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.